Senin, 08 April 2013

makalah sistem politik indonesia, media massa di indonesia



 Tugas :

“SISTEM POLITIK INDONESIA”
( Media Massa di Indonesia)





Di susun Oleh :

AGUSTAN
B 401 11 050

JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TADULAKO
    2012
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang maha kuasa karena atas rahmat dan karunianyalah Makalah SISTEM POLITIK INDONESIA yang berjudul PERAN MEDIA MASSA ini dapat kami selesaikan, makalah ini penulis susun berdasarkan buku resensi dan internet.
Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi bahan pengetahuan bagi masyarakat ataupun orang banyak,dengan demikian wawasan mahasiswa ataupun masyarakat yang membaca makalah ini bertambah luas.
“Tiada Gading Yang Tak Retak” demikian kata pepatah menyatakan segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan Makalah ini. Akhirnya,Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan saran dan pendapatnya sehingga makalah ini bisa terbit.
 Wassalamu Alaikum WR WB




                                                Palu, 02 Desember 2012
                                                                                                                                                                                                                                    Penyusun


                                                                                    Agustan       
                                                                B 401 11 050



DAFTAR ISI
HAL. JUDUL.............................................................................................
KATA PENGANTAR...........................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB I. Pendahuluan
A.    Latar Belakang.....................................................................................01
B.     Rumusan Masalah................................................................................01
C.    Tujuan...................................................................................................01
BAB II. Pembahasan
A.    Pengertian Media Massa.....................................................................02
B.     Media Massa dari zaman penjajahan belanda-era Revormasi.........02
C.    Peran Media Massa.............................................................................03
D.    Fungsi Media Massa............................................................................04
E.     Jenid-jenis Media Massa.....................................................................04
F.     Media Massa dan tantangan Perubahan............................................04
G.    Globalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi.............................05
H.    Peradaban Manusia............................................................................07
BAB III. Penutup
A.       Kesimpulan..............................................................................................08
B.       Saran........................................................................................................08
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................09





BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Media massa adalah alat informasi yang berguna untuk menyalurkan informasi-informasi yang penting, aktual serta akurat kepada masyarakat, baik itu dalam bentuk suatu pemberitaan melalui alat media seperti radio, surat kabar, buku, televisi dan lainnya yang meberikan info mengenai kejadian-kejadian di dalam birokrasi ataupun dilingkungan masyarakat di suatu negara tersebut. 
Pada dasarnya kondisi di dunia nyata memengaruhi kondisi nyata di dunia ataupun di suatu negara, saling pengaruh ini semakin lama semakin kuat. media massa tidaklah tumbuh atau berfungsidalam ruang hampa udara. Media massa muncul dan berkembang, berubah, kadang-kadang, sekarat, sebagai akibat dari pengaruh geografis, teknologi, ekonomi, budaya, dan kekuatan-kekuatan lain yang ada di sekitarnya.
Ketika kita memahami media massa ketika itu juga kita harus memahami konteks-konteks historis, intelektual, ekonomis, politik, dan sosialnya. Hal-hal yang tampak sebagai keanehan, kebodohan, peluang atau perubahan drastis dari suatu media massa akan lebih mudah di pahami jika kita menggunakan perspektif itu.
B.       Rumusan masalah
1.      Mengenal apa yang di maksud dengan media massa
2.      mengetahui bagaimana peran dari media massa tersebut
3.      mengetahui fungsi dari media massa.

C.       Tujuan
Adapun beberapa tujuan mengapa kita perlu mempelajari tentang KEKUATAN POLITIK INDONESIA adalah sebagai berikut:
1.      Agar kita dapat mengetahui bagaimana perkembangan media massa di Indonesia
2.      Kita dapat mengetahui jenis-jenis media massa di lingkungan sehari-hari yang ada di indonesia
  
 BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian media massa
Media Massa atau biasa kita sebut dengan pers  merupakan alat penyampai informasi yang sangat penting dalam konteks kehidupan sosial bermasyarakat. Tanpa adanya  media massa, secara otomatis manusia hanya dapat menyampaikan dan menerima informasi melalui cara-cara tradisional seperti jaringan komunikasi berantai antara satu individu ke individu yang lain.
Media massa era sekarang  secara umum bisa dibagi dua yaitu media massa cetak yang berarti media massa memiliki fisik yang bisa disentuh secara fisik dan media massa elektronik dalam hal ini media yang memiliki perantara melalui audio, audio visual atau online.
Sydney Head, pengarang World Broadcasting system (1985) mengajukan hubungan media pemerintah yang sederhana dan dapat di pakai untuk siaran internasional. (Dedy Djamaluddin malik,Dkk, Komunikasi Internasioal, hal : 19)
Menurut Schramm (1965) mengatakan bahwa beberapa penetian mencoba menghubungkan sistem media dengan aspek-aspek kemasyarakatan tertentu, seperti integritas nasional dan pembangunan nasional,(Djamaluddin Malik, Dkk, Komunikasi internasioal, hal : 40), tetapi tidak memberikan pandangan menyeluruh yang terpadu tentang sistem komunikasi massa.
Mowlana (1973, 1974) melakukan tinjauan terakhir tentang penelitian terhadap komunikasi massa yaang menunjukkan tidak samanya sifat penetian komunikasi massa internasional dan kurangnya penetian komparatif komunikasi massa atas dasar lintas-nasional. (Djamaluddin Malik, Dkk, Komunikasi internasioal, hal : 40)
B.       Media massa dari zaman penjajahan belanda-era revormasi

a.       Masa Penjajahan Belanda

Pada tahun 1615 atas perintah Jan Pieterzoon Coen, yang kemudian pada tahun 1619 menjadi Gubernur Jenderal VOC, diterbitkan “Memories der Nouvelles”, yang ditulis dengan tangan. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa “surat kabar” pertama di Indonesia ialah suatu penerbitan pemerintah VOC. Pada Maret 1688, tiba mesin cetak pertama di Indonesia dari negeri Belanda. Atas intruksi pemerintah, diterbitkan surat kabar tercetak pertama dan dalam nomor perkenalannya dimuat ketentuan-ketentuan perjanjian antara Belanda dengan Sultan Makassar. Setelah surat kabar pertama kemudian terbitlah surat kabar yang diusahakan oleh pemilik percetakan-percetakan di beberapa tempat di Jawa. Surat kabar itu lebih berbentuk koran iklan.

b.      Masa Pendudukan Jepang

Pada masa ini, surat kabar Indonesia yang semula berusaha dan berdiri sendiri dipaksa bergabung menjadi satu, dan segala bidang usahanya disesuaikan dengan rencana-rencana serta tujuan-tujuan tentara Jepang untuk memenangkan apa yang mereka namakan “Dai Toa Senso” atau Perang Asia Timur Raya. Dengan demikian, di zaman pendudukan Jepang pers merupakan alat Jepang. Kabar-kabar dan karangan-karangan yang dimuat hanyalah pro-Jepang semata.

c.       Masa Revolusi Fisik

Peranan yang telah dilakukan oleh pers kita di saat-saat proklamasi kemerdekaan dicetuskan, dengan sendirinya sejalan dengan perjuangan rakyat Indonesia. Bahkan tidak sedikit dari para wartawan yang langsung turut serta dalam usaha-usaha proklamasi. Semboyan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” menjadi pegangan teguh bagi para wartawan. Periode tahun 1945 sampai 1949 yang biasa dinamakan periode “revolusi fisik”, membawa coraknya tersendiri dalam sifat dan fungsi pers kita. Dalam periode ini pers kita dapat digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu pertama, pers yang terbit dan diusahakan di daerah yang dikuasai oleh pendudukan sekutu, kemudian Belanda, dan kedua pers yang terbit diusahakan di daerah yang dikuasai oleh RI yang kemudian turut bergerilya.

d.      Masa Demokrasi Liberal

Dalam aksi-aksi ini peranan yang telah dilakukan oleh pers republik sangat besar. Republik Indonesia Serikat yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat akhirnya bubar dengan terbentuknya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950. Pada masa ini untuk memperoleh pengaruh dan dukungan pendapat umum, pers kita yang pada umumnya mewakili aliran-aliran politik yang saling bertentangan, menyalahgunakan kebebasan pers (freedom of the press), yang kadang-kadang melampaui batas-batas kesopanan.

e.       Masa Demokrasi Terpimpin

Periode yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin sering disebut sebagai zaman Orde Lama. Periode ini terjadi saat terbentuknya Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Presiden Soekarno, sebagai tindak lanjut dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga meletusnya Gerakan 30 September 1965.

f.       Masa Orde Baru

Ketika alam Orde Baru ditandai dengan kegiatan pembangunan di segala bidang, kehidupan pers kita pun mengalami perubahan dengan sendirinya karena pers mencerminkan situasi dan kondisi dari kehidupan masyarakat di mana pers itu bergerak. Pers sebagai sarana penerangan/komunikasi merupakan salah satu alat yang vital dalam proses pembangunan. Pada masa Orde Baru, ternyata tidak berarti kehidupan pers mengalami kebebasan yang sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat.Terjadinya pembredelan pers pada masa-masa ini menjadi penghalang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak asasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

g.      Masa Reformasi

Salah satu jasa pemerintahan B.J. Habibie pasca Orde Baru yang harus disyukuri ialah pers yang bebas. Pemerintahan Presiden Habibie mempunyai andil besar dalam melepaskan kebebasan pers, sekalipun barangkali kebebasan pers ikut merugikan posisinya sebagai presiden.
C.       Peran media massa
Menurut Ryan Sugiarto ada begitu banyak peran yang di sematkan kepada pers dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terutama pada masa-masa awal perkembangannya, pers memiliki peran yang begitu besar dalam membentuk suatu kemajuan.(Ryian Sugiarto,Mengenal Pers Indonesia, Hal : 17)
Media massa berperan dalam dua hal yang berbeda antara lain peran positif dan peran negatif, adapun peran media massa dalam hal positif adalah media massa berupa kontribusi dalam menyebarluaskan informasi kepada khalayak sekaligus juga sebagai alat kontrol publik masyarakat dalam menyikapi informasi yang sedang berlangsung sedangkan dalam hal negatif peran media massa antaLain pemberitaan yang mereduksi fakta sehingga menghasilkan kenyataan semu (false reality), yang dapat berakibat menguntungkan kepentingan tertentu dan sekaligus merugikan pihak lain.
D.      Fungsi media massa
Secara umum media massa mempunyai 3 fungsi antara lain :1).Memberi informasi,2). mendidik. 3). menghibur. Namun dalam masyrakat demokrasi seperti yang ada di indonesia ini fungsi media massa terbagi menjadi 4 bagian antara lain :1). Memberi informasi, 2). Menghibur, 3).  Mendidik, 4). Melakukan kontrol sosial

E.       Jenis-jenis media massa
Adapun jenis-jenis media massa terdiri dari dua jenis pembagian yakni media massa tradisional dan media massa modern. Media massa tradisional terdiri dari : surat kabar, majalah, radio, televisi, film (layar lebar). Sedangkan media massa modern terdiri antara lain : internet dan telepon selular.
F.        Media massa dan tantangan perubahan
Menurut Jerome Barron, Aturan konstitusional terhadap pembatasan campur tangan pemerintah itu hanya ada di media massa, maka kepentingan pihak yang mengendalikan sarana komunikasi harus di imbangi dengan kepentingan-kepentingan pihak-pihak lain yang memerlukan suatu forum untuk menyatakan pasndangannya. (Rivers,William,L, Dkk. Media Massa Dan Masyarakat Modern. Hal : 03)
Jaminan amendemen pertama atas kebebasan berbicara sesungguhnya di masukkan bahwa suara siapa yang akan dapat di dengar. Namun penafsiran itu hanya memberikan kebebasan itu kepada para pemilik media massa.
Seluruh radio dan televisi berfungsi lebih efektif sebagai forum diskusi dan pencarian solusi atas berbagai masalah yang ada,namun pengaturan media elektronik masih lebih baik ketimbang media cetak, karena penerbitan lisensi mensyaratkan kesediaan untuk memberikan akses yang seluas-luasnya kepada semua pihak.
Kenneth Cox mengatakan bahwa ‘Dibandingkan dengan media massa lainnya radio,majalah, surat kabar buku dan sebagainya, televisi nampaknya mempunyai sifat yang lebih tinggi dan lebih istimewa’. Televisi merupakan gabungan dari alat dengar dan gambar.(Rivers,William,L, Dkk. Media Massa Dan Masyarakat Modern. Hal : 05)
Menurut Skomis dalam bukunya television and society ;incuest and agenda, 1985, seorang peneliti dinamika masyarakat (khususnya komunikasi) pusat penelitian dan pengembangan kemasyarakatan dan kebudayaan lembaga ilmu pengetahuan indonesia, ia mengatakan ‘Televisi Bisa bersifat informatif, hiburan maupun pendidikan,bahkan dari gabungan dari ke tiga unsur di atas.’
Tujuan utama penggunaan satelit palapa iyalah untuk mengatasi masalah komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah-daerah dan penduduk di seluruh indonesia yang terpisah satu sama lainnya. Hal itu di sebabkan luasnya negara kita.
Salah satu fungsi satelit ialah untuk memperluas jangkauan siaran televisi di seluruh pelosok tanah air. Melalui jaringan siaran televisi di hadapkan sebagai pesan dan informasi tentang pembangunan dapat di teruskan secara serentak atau simultan keseluruh tanah air.
G.      Globalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi
Berbicara tentang globalisasi media massa dan informasi selalu berhadapan dengan menipisnya batas-batas sistem komunikasi internasional, globalisasi media massa berawal dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi semenjak dasawarsa 1970-an. Hal tersebutlah yang yang membuat banyaknya istilah seperti banjir komunikasi, era informasi, masyarakat informasi atau era satelit.
Arus informasi meluas keseluruh dunia, globalisasi informasi dan media massa menciptakan keseragaman pemberitaan maupun referensi acara liputan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata membawa dampak yang tidak kecil bagi kehidupan masyarakat di dunia.
Dampak tersebut bukan hanya melanda negara dunia ketiga, tetapi juga negara-negara yang telah maju dalam perkembangan peradaban dan teknologi. Revolusi informasi dan komunikasi telah melahirkan peradaban baru sehinggah mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta meningkatkan mobilitas sosial, di samping itu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mampu mengatasi jarak ruang dan waktu.
Abdul Muis, seorang ahli dan pakar komunikasi dalam tulisannya di majalah analisis CSIS (1991) menyebutkan ‘...Kemajuan teknologi komunikasi informasi menghadirkan aneka ragam saluran (media) yang kian lama kian canggih dan memungkinkan sgala macam kejadian’. (Wawan Kuswandi, komuniksi massa : sebuah analisis media televisi, hal : 02 )
Akan tetapi disisi lain globalisasi informasi dan komunikasi tidaklah sepenuhnya membawa kebahagiaan  sbagi semua orang masyarakat atau bangsa. Pengetahuan dan preferensi yang cenderung seragam terhadap informasi di masing-masing negara justru dapat menumbuhkan perbedaan dan kesenjangan internasional dalam berbagai bidang.
Arus globalisasi tidak berdiri sendiri, melainkan di temani oleh perdagangan (globalisasi pasar) serta perjalanan jauh denga transportasi udara yang cepat. Persoalannya sampai sejauh mana  globalisasi media massa telah membangkitkan aspirasi masyarakat di masing-masing negara dan ke arah mana aspirasi tersebut di dorongnya.
Dalam Melakukan terobosan dari masyarakat agraris menuju masyarakat informasi tampa melewati masyarakat industri telah muncul sebagai salah satu alternatif strategi yang dipilih suatu bangsa.
Unsur-unsur yang terpenting dalam masyarakat informasi diantaranya seperti berikut:
·         Komunikasi dan pemprosesan data
·         Penerbangan dan angkasa luar
·         Energi alternatif dan dapat di perbaharui
·         Teknologi biologi dan teknologi genetik
Anwar Arifin,Dosen Komunikasi Massa Unhas, Dalam Ceramahnya Pada Konggres Mahasiswa Ilmu Komunikasi Se-Indonesia Di Universitas Hasanuddin-Ujung Pandang (1992), ia mengatakan ‘...Revolusi komunikasi yang bermuara pada terbentuknya masyarakat informasi, menyebabkan peranan media massa akan berkurang serta di ambil alih oleh sarana-sarana informasi lainya yang bersifat personal, jutru akan muncul kebebasan pada setiap orang dalam dalam memilih konfigurasi informasi yang paling sesuai dengan kebutuhannya’.( Wawan Kuswandi, komuniksi massa : sebuah analisis media televisi, hal : 03)
Demassafikasi juga akan terjadi dalam bidang perekonomian dan produksi akan cenderung lebih individual untuk melayani keperluan serta keseragaman khusus pemakai, konsumen akan selalu mencari suatu yang khas dan tidak semassa.
Dan pada akhirnya demassafikasi akan menjelmakan suatu masyarakat yang terdiri dari individu-individu mikro, yang pada giliranya mengubah pula mental media massa sekarang. Batasan publik tentang media lebih banyak di bentuk secara langsung oleh media itu sendiri kondisi sosial budaya serta ciri-ciri intrinsik berbagai teknologi yang berbeda, setiap media akan cenderung mempunyai tempat  dalam peta mental seseorang dengan citra tersendiri
H.      Peradaban manusia
Indonesia tidak mungkin menghindar dari gebrakan teknologi yang kian hari terus menuntut dan menodong sis kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak. Siap atau tidak siap, masyarakat harus menerima kehadiran teknologi komunikasi massa yang canggih tersebut.
Penelitian DR. Godwin Chu dari east west centre institute Hawai-Amerika Serikat dengan Alfian dan Wilbur Schramm selama6 tahun (1976-1982) yang menyangkut kebiasaan ummat islam yaitu mengaji, yaitu ‘ pemirsa yang tidak menonton televisi mengalami penungkatan dalam mengaji dari 13% menjadi 16 %, sedangkan pemirsa yang menonton televisi mengalami penurunan dalam mengaji, yakni dari 13 % menjadi 6,1%. ( Wawan Kuswandi, komuniksi massa : sebuah analisis media televisi, hal : 43) .
Hasil ini membuktikan bahwa kehadiran media televisi dapat membentuk tindakan seorang keluar dari kebiasaannya. Sedangkan Marshall Mc Luhan seorang tokoh komunikasi mengatakan media televisi merupakan cool medium artinya media televisi menuntut partisipasi penonton, sehingga gambar apapun yang di tayangkan dapat menimbulkan reaksi aktif bukan super aktif dari pemirsanya’. ( Wawan Kuswandi, komuniksi massa : sebuah analisis media televisi , hal : 43) .



BAB III
PENUTUP
a.       Kesimpulan
Media massa sangat berperan penting dalam kehdupan berbangsa dan bernegara karena media massa adalah alat informasi untuk menyalurkan berita-berita mengenai suatu kejadian yang terjadi di suatu negara.
Dalam kenyataannya, media massa khususnya televisi sangat berpengaruh bagi masyarakat dan mempunyai dampak positif bagi masyarakat, akan tetapi meskipun media massa khususnya televisi ini mempunyai dampak positif tetap saja media massa tersebut mempunyai dampak negatif.
Meskipun sudah diketahui apa dampak positif dan negatifnya suatu media massa televisi tersebut tetap saja belum bisa di pastikan apa dampak umum dari penggunaan media tersebut karena media massa televisi masih terus berkembang, kalaupun ada dampak positif dari para ahli tentang media massa televisi tersebut itu hanya terfokus kepada aspek kehidupan praktis yang masih berlaku sekarang.
Begitu pula dengan media massa lainnya seperti radio, surat kabar, majalah, buku, dll, semua mempunyai dampak bagi kehidupan suatu masyarakat di suatu bangsa, baik itu dampak positif ataupun dampak negatif.   
b.      Saran
Penulis sangat berharap Semoga dengan adanya  makalah ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi para pembaca, isi dalam makalah ini hanya membahas tentang MEDIA MASSA yang ada di lingkungan yang dapat membuka wawasan kita tentang peran dari media massa.





Daftar Pustaka
Ø  Rivers, William.L Dkk. 2003, Media Massa Dan Masyarakat Modern. Jakarta : Prenada Media.
Ø  Kuswandi, Wawan, 1996, Komunikasi Massa : sebuah analisis isi media televisi. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Ø  Djamaluddin Malik, Dedi, Dkk, 1993, Komunikasi Internasional , Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Ø  Sugiarto, Ryan, 2008. Mengenal Pers Indonesia, Yokyokarta : Pustaka Instan Madani













 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar